Syarat Kredit Pemilikan Rumah yang wajib Dipenuhi

Syarat Kredit Pemilikan Rumah yang wajib Dipenuhi

Today Price – Membeli rumah merupakan sebuah kebutuhan yang wajib dipenuhi. Hanya saja, tidak semua orang bisa membelinya secara tunai mengingat harganya yang terus melonjak naik setiap tahunnya. Beruntung kita masih punya opsi lain untuk beli properti, dengan catatan bila kita memenuhi syarat pemilikan rumah.

Mengapa pilih kredit pemilikan rumah?

Pembelian rumah dengan cara kredit biasanya lebih meringankan, sebab Anda tidak perlu menunggu punya uang banyak untuk memiliki rumah.

Nah, memangnya apa saja syarat kredit pemilikan rumah yang harus dipenuhi lebih dulu? Berikut ulasannya. 

Ini dia syarat kredit pemilikan rumah yang harus dipenuhi

Ketika mengajukan permohonan pengajuan KPR, Anda akan diminta menyerahkan beberapa dokumen pribadinya seperti KTP (kartu Tanda Penduduk) pribadi,  KTP pasangan (apabila sudah menikah), KK (Kartu Keluarga), paspor, KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap), KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas), dan tentunya surat nikah asli. 

Melengkapi dokumen pribadi 

Selain melengkapi dokumen yang dibutuhkan, ternyata usia pemohon pengajuan KPR juga ikut menjadi persyaratan.

Pemohon pengajuan KPR setidaknya harus berusia 21 tahun atau memiliki status menikah.

Sedangkan masa kredit sendiri berakhir ketika seorang tenaga profesional telah berusia 65 tahun, atau berumur 60 tahun khusus bagi karyawan. 

Seseorang yang berprofesi sebagai PNS akan dikenakan batas akhir kredit hingga berusia 70 tahun.

Namun persyaratan ini hanya bisa didapatkan ketika dana pensiun PNS diurus langsung oleh PT Taspen. Bagaimana dengan mereka yang sudah berusia lanjut?

Pemohon yang telah berusia lanjut hanya diberikan batas waktu kredit sekitar 10 hingga 15 tahun saja. 

Melengkapi informasi pekerjaan dan penghasilan 

Melengkapi informasi pekerjaan dan penghasilan setiap bulannya adalah salah satu syarat kredit pemilikan rumah. Pemohon yang ingin mengajukan KPR harus menunjukkan surat keterangan kerja, slip gaji, dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Data ini dijadikan sebagai bukti bahwa pihak pemohon memiliki pekerjaan tetap dan dianggap mampu membayar cicilan rumah. 

Pegawai yang telah bekerja selama 2 tahun di suatu perusahaan, adalah tolak ukur ideal untuk mengajukan permohonan KPR. Sebab pihak lembaga keuangan hanya mengizinkan membayarkan angsuran secara rutin sebanyak 30% dari jumlah total penghasilan.

Dengan kata lain, jumlah pendapatan berpengaruh terhadap besaran biaya angsuran setiap bulannya. 

Status keuangan

Tidak hanya sekedar informasi pekerjaan dan penghasilan, para pemohon KPR juga diminta untuk menyerahkan rapor kredit keuangan.

Apabila pihak pemohon masih memiliki tunggakan cicilan atau masuk daftar hitam di Bank Indonesia, otomatis hanya tersedia kesempatan kecil untuk disetujui.

Namun ada kemungkinan besar permohonan tersebut tidak disetujui. 

Sederhananya, syarat kredit pemilikan rumah adalah pemohon tidak tercatat memiliki tagihan cicilan apapun dan tidak pernah masuk daftar hitam di Bank Indonesia.

Pihak pemohon juga diminta fotokopi buku tabungan selama tiga bulan terakhir, sebagai bukti bahwa pemohon dapat membayarkan kredit yang telah ditentukan. 

Surat properti yang hendak di kredit 

Pihak pemohon juga diminta untuk melengkapi dokumen berupa fotokopi bukti pembayaran PBB paling akhir, sertifikat tanah asli, dan IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Semua data tersebut nantinya akan menjadi jaminan kredit ketika mengajukan permohonan KPR.

Khusus bagi pemohon yang telah membeli properti baru, otomatis dana akan dicairkan lewat rekening pengembang,

Melengkapi dokumen perusahaan khusus bagi wiraswasta

Khusus bagi pemohon yang memiliki status sebagai tenaga profesional atau wiraswasta, diminta untuk melampirkan NPWP pribadi maupun badan usaha beserta dengan izin prakteknya.

Bahkan pihak pemohon juga diminta melengkapinya dengan informasi keuangan sebagai syarat kredit pemilikan rumah. 

Lengkapi semua persyaratan yang diminta agar proses pembelian rumah berjalan dengan lancar, mengingat pengajuan KPR sendiri tidak boleh dilakukan sembarangan. 

Setidaknya ada beberapa dokumen yang harus dilampirkan ketika mengajukan permohonan KPR. Oleh sebab itu, teliti kembali apakah semua dokumen yang dibutuhkan telah terkumpul sebelum diserahkan.

Leave a Reply