Cara mudah Menghitung Bunga Deposito

Cara mudah Menghitung Bunga Deposito

Today Price – Menghitung bunga deposito sangat mudah dilakukan, dan artikel ini akan memberi tahu caranya.

Pada dasarnya deposito sangat disukai sebagai produk simpanan, sebab suku bunganya lebih tinggi ketimbang tabungan biasa. Namun kekurangannya, dana deposito tidak bisa ditarik sewaktu-waktu. Lain halnya dengan tabungan yang bisa ditarik kapan saja sesuai kebutuhan pemilik rekening.

Selain itu pemilik deposito yang menarik uangnya sebelum jatuh tempo akan terkena denda. Dengan kata lain, deposito berjangka boleh dibilang satu jenis tabungan yang punya daya “paksa”.

Keuntungan menabung deposito berjangka

Selain bunga yang relatif lebih besar ketimbang tabungan biasa, simpanan deposito juga memberikan beberapa keuntungan lain:

  • Resiko yang sangat rendah. Dan ya, memangnya apa sih resiko yang didapat dari menyimpan uang di bank?
  • Cocok untuk orang yang sabar dan mencari alternatif yang lebih baik ketimbang membuka tabungan biasa di bank. Sebab yang namanya deposito merupakan simpanan yang berorientasi jangka panjang.
  • Keuntungan dari simpanan deposito bisa disetor ke rekening pribadi.

Nah, karena bunga simpanan deposito berjangka biasanya lebih besar, bagaimana cara menghitungnya?

Karakteristik bunga deposito

Besaran dana deposito berjangka biasanya berbeda-beda, dan sangat tergantung pada kebijakan yang diisyaratkan bank. Ada kalanya Anda diminta menyimpan uang minimal sebesar Rp 5 juta untuk membuka rekening; tapi ada kalanya bank meminta Rp 10 juta.

Kalau Anda menyimpan deposito lebih dari Rp 7,5 juta, maka jumlah itu pasti dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 20%. Pajak yang sama tidak akan dikenakan bila simpanan deposito kurang dari Rp 7,5 juta. Nah, masalahnya sekarang, bagaimana menghitung bunga deposito yang Anda dapatkan?

Ambil contoh Tono dan Tini, saudara kembar yang berniat membuka rekening deposito di Bank ABC. Tono berniat menyetor simpanan awal sebesar Rp. 10 juta, sedangkan Tini Rp. 15 juta. Dana deposito hanya ingin mereka simpan selama 3 bulan, di mana bank kemudian menetapkan bunga sebesar 7,5 %. .

Penghitungan bunga deposito yang dikenakan untuk rekening keduanya, dengan demikian, bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Untuk deposito yang kurang dari Rp 7,5 juta (periode simpanan dalam bulan), bunga deposito = jumlah uang yang disimpan x bunga per tahun x jangka waktu: 12
  • Untuk deposito lebih dari Rp 7,5 juta (periode simpanan dalam bulan), bunga deposito = jumlah uang yang ditabung x bunga per tahun x 80% x tenor: 12
  • Untuk simpanan deposito lebih dari Rp 7,5 juta, presentase untung yang diperoleh dikurangi PPh sebesar 20%.
  • Dengan adanya pengurangan PPh, maka bunga deposito menjadi 6%.

Perhitungan Bunga Milik Tono

Pendapatan bunga deposito (per bulan) = Rp10 juta x 6% x 3: 12 = Rp 150,000

Perhitungan Bunga Millik Tini

Pendapatan bunga deposito (per bulan) = Rp15 juta x 6% x 3: 12 = Rp225.000

Selain menghitung dengan cara di atas, Anda juga bisa menghitung besaran bunga dengan mengganti rumus tahunan menjadi waktu harian. Caranya hampir sama, yakni sebagai berikut

  • Bunga deposito untuk deposito kurang dari Rp 7,5 juta (tenor dalam hitungan hari). Bunga deposito = jumlah uang yang disimpan x bunga per tahun x jumlah hari: 365
  • Bunga deposito untuk deposito lebih dari Rp 7,5 juta (tenor dalam hitungan hari). Bunga deposito = jumlah uang yang disimpan x bunga per tahun x 80% x jumlah hari: 365

Demikianlah cara mudah menghitung bunga deposito. Cara ini mungkin berbeda, dan sangat tergantung pada tingkat suku bunga deposito yang berlaku hari ini. Walau begitu, cara penghitungan jumlah bunganya kurang lebih sama di setiap bank.

Leave a Reply